• Privacy Policy
Kirim Tulisan
Tulisan Saya
Logout
Properti Terbaru
Leaderboard Media Wanita
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
Properti Terbaru
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Properti Terbaru
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Museum CAVE AI LOTUS’, Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Keraton

Redaksi by Redaksi
27 October 2024
in Pariwisata
0
Museum CAVE AI LOTUS’, Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Keraton
124
VIEWS
Share on Facebook

Berita-Properti.com – Sebagai upaya memperkenalkan nilai-nilai sejarah sekaligus meningkatkan pengalaman berkunjung (visitor experience), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama Center of Excellence Smart Tourism and Hospitality, PT Grhayasa Nusacitra Estima, dan PT Curaweda Palagan Innotech (Curaweda) meluncurkan Museum CAVE Artificial Intelligence (AI) Lorong Waktu Sejarah (LOTUS) di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto, mengapresiasi peluncuran Museum CAVE AI LOTUS. Menurutnya ini adalah upaya memperkenalkan sejarah dan budaya Cirebon melalui teknologi AI.

“Cirebon ini memiliki potensi wisata budaya yang kuat termasuk wisata alamnya. Tetapi, tidak boleh berhenti di sana karena kompetitor kita sudah bergerak cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi, itulah karakteristik abad atau era modern, di mana perkembangan teknologi informasi termasuk perkembangan sosial budaya itu sangat cepat. Salah satu jawabannya adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan di Museum CAVE AI ini,” tutur Hariyanto di acara Grand Launching Museum AI dan Tourism ERP Keraton Kasepuhan Cirebon, di Keraton, Sabtu (26/10/2024)

Baca Juga

Menteri Pariwisata  Tetapkan Program Inisiatif untuk 6 Bulan ke Depan

Menteri Pariwisata  Tetapkan Program Inisiatif untuk 6 Bulan ke Depan

27 October 2024
Panggung Pesta Rakyat  Meriahkan Pelantikan Presiden dan Wapres

Panggung Pesta Rakyat  Meriahkan Pelantikan Presiden dan Wapres

27 October 2024
Asso09510

JDC Design Week Usung Desain Berkelanjutan

25 April 2024
Kemenparekraf Dukung “Telkomsel Pasar Nusa Dua”

Kemenparekraf Dukung “Telkomsel Pasar Nusa Dua”

7 May 2022

Hariyanto menjelaskan, Keraton Kasepuhan Cirebon adalah pilot project pada program pengembangan destinasi melalui teknologi AI ini.

“Kementerian Pariwisata akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif juga Kementerian Kebudayaan, bersama-sama mendukung. Kami nanti dengan resource yang ada akan mendorong dan menyosialisasikan, mempublikasikan,” kata Hariyanto.

Direktur Pengembangan Destinasi  Kemenparekraf Sri Utari Widyastuti, mengatakan keraton memiliki pesona tersendiri, kedalaman budayanya memberikan kontribusi bagi budaya tingkat tinggi (high context culture). Meski demikian keraton sebagai destinasi wisata heritage ini masih belum mengemas diri sebagai destinasi yang interaktif.

Baca juga : Kemenparekraf Gelar Famtrip untuk Perusahaan Perjalanan

Oleh karena itu, pemerintah mendorong peningkatan kualitas destinasi pariwisata heritage agar memiliki nilai ketertarikan, daya saing, dan keberlanjutan. Sehingga mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan kualitas pengalaman wisatawan.

“Atraksi baru CAVE AI Museum ini menjadi penting karena memang Keraton Kasepuhan Cirebon ini menjadi sesuatu sumber yang dari nilai-nilai budaya yang luar biasa, sehingga perlu kita kemas dengan teknologi agar menarik wisatawan,” kata Utari.

Museum CAVE AI dan Tourism ERP Keraton Kasepuhan Cirebon adalah proyek perubahan dalam keikutsertaan Utari, selaku delegasi dari Kemenparekraf RI, untuk mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) angkatan XXI tahun 2024, LAN RI.

“Mohon doanya, semoga proyek perubahan ini bisa memberikan dampak jangka pendek, menengah, dan panjang yang positif.  Dan Jumat kemarin kita juga menggelar kegiatan workshop peningkatan visitor experience di Destinasi Wisata Heritage Keraton Kasepuhan Cirebon. Workshop yang berupa  kegiatan  pemberdayaan masyarakat ini bagian dari inisiatif proyek perubahan”,  ujar Utari.

Pada kesempatan ini Pangeran Patih Keraton Kasepuhan Cirebon, Muhammad Nusantara, juga turut mengapresiasi atas peluncuran dari Museum CAVE AI Lotus di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Ia mengaku sangat senang dengan kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan akademisi dalam mengedukasi generasi muda tentang pengetahuan sejarah yang ada di keraton. Dengan adanya atraksi baru ini, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang sejarah dengan cara yang interaktif melalui teknologi inovatif.

“Semoga harapannya dengan terciptanya museum Cave AI di Keraton Kasepuhan ini untuk yang pertama kalinya bisa menjadi manfaat secara edukasi sejarahnya dan juga bisa bermanfaat nantinya untuk diterapkan di keraton-keraton yang lain,” kata Pangeran Patih Keraton Kesepuhan Cirebon, Muhammad Nusantara.

CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, yang juga merupakan bagian Tim Efektif Proyek Perubahan mengatakan Museum Cave AI LOTUS ini adalah sebuah wahana yang ditujukan untuk memperkenalkan keraton Indonesia kepada masyarakat, sehingga nantinya meningkatkan kualitas kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon.

Baca juga : Menteri Pariwisata Tetapkan Program Inisiatif untuk 6 Bulan ke Depan

“Indonesia saat ini punya lebih dari 7 candi dan lebih dari 57 keraton. Kami bersama menciptakan untuk mengidentifikasi generasi muda dan memperluas segmen selayaknya kita suka dengan film-film luar negeri seperti suka dengan Iron Man, Spiderman, dan macam-macam, saatnya kita hadirkan Superhero Indonesia dengan yang lebih akurat dengan AI,” kata Azhar.

Ketua Tim Peneliti Museum CAVE AI Lotus dari Telkom University, Ersy Ervina, menjelaskan LOTUS merupakan wahana atraksi wisata edukasi berbentuk CAVE Automatic Virtual Environment yang menghidupkan sejarah dan budaya Indonesia melalui teknologi AI.

“Jadi kita berpikir apa yang harus kita lakukan untuk pariwisata kita, sejarah, budaya kita untuk aset potensi, lalu di luar negeri kita senang masuk museum tapi di Indonesia masuk museum itu kayak gimana gitu ya, ini menjadi satu pemikiran kita ke depan untuk bagaimana membuat suatu wahana yang menarik, pertama keraton menjadi aset budaya, kemudian kita juga harus peduli dengan artefak-artefak,” tutur Ersy.

Foto : Kemenparekraf

Tags: BaparekrafCenter of Excellence Smart Tourism and HospitalityHariyantoKemenparekrafKeraton Kasepuhan CirebonLorong Waktu SejarahMuseum CAVE Artificial IntelligencePT Curaweda Palagan InnotechPT Grhayasa Nusacitra Estima
Share50Tweet31Share9Pin11SendShareShareShare1ShareShare
Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Babak Baru Dimulai, Visesa Ubud Resort Perkuat Kepemimpinan dengan Penunjukan Nanang Supriadi sebagai General Manager
Pariwisata

Babak Baru Dimulai, Visesa Ubud Resort Perkuat Kepemimpinan dengan Penunjukan Nanang Supriadi sebagai General Manager

10 October 2025
Graceful Ramadan MOments di Mandarin Oriental, Jakarta
Berita

Graceful Ramadan MOments di Mandarin Oriental, Jakarta

27 March 2025
‘Perjalanan Bijak’ Membuat Lebih Banyak Wisatawan Menetap
Berita

‘Perjalanan Bijak’ Membuat Lebih Banyak Wisatawan Menetap

2 March 2025
Please login to join discussion
Facebook Twitter Instagram Youtube LinkedIn Pinterest

©2025 Properti Terbaru

No Result
View All Result
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Taman
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout

©2025 Properti Terbaru