• Privacy Policy
Kirim Tulisan
Tulisan Saya
Logout
Berita Properti
Large Leaderboard Satu Rumah
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
Berita Properti
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Berita Properti
No Result
View All Result
Home Berita

Mau Dibawa Kemana Subsidi Perumahan Rakyat

Redaksi by Redaksi
18 March 2020
in Berita
0
A26486cea 70f5 46d9 b003 688eee4a7e9c
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

A26486cea 70f5 46d9 b003 688eee4a7e9c

Berita-Properti.com – Diskusi Forum Wartawan Perumahan Rakyat kali ini menampilkan ‘Qua Vadis Subsidi Perumahan Rakyat’ di Jakarta, (17/3/20). Dalam diskusi tersebut menampilkan Ketua Umum Realestate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, Ketua umum Apernas Jaya Andre Bangsawan, ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja dan wakil ketua komite IV DPD RI Sukiryanto.

Dalam diskusi tersebut mencuat dan menilai, keberpihakan pemerintah terhadap program rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan properti umumnya masih sangat rendah. Pasalnya, banyak kebijakan yang dikeluarkan justru menghambat kelangsungan program sejuta rumah.

Baca Juga

TOSTEM Indonesia Buka Cabang di Tangerang Selatan

TOSTEM Indonesia Buka Cabang di Tangerang Selatan

28 October 2026
LG Kembali Gelar Monitor Roadshow 2026 di Jakarta

LG Kembali Gelar Monitor Roadshow 2026 di Jakarta

27 October 2026
JOTUN Hadirkan 2027 Global Colour Collection: “JOURNEYS” dan New Majestic True Beauty

JOTUN Hadirkan 2027 Global Colour Collection: “JOURNEYS” dan New Majestic True Beauty

25 October 2026
Adaf5b75 f91e 4dbd 9198 c1f9ff702d51

WARI Art/Interior 2026

24 October 2026

Ketua Umum REI, Paulus Totok Lusida mengatakan, aturan teknis terkait pembangunan perumahan bersubsidi seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), subsidi bantuan uang muka (SBUM), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BPT) terus berubah.

“Aturan yang selalu berubah spesifikasi bangunannya di saat proses pembangunan sudah berlangsung. Padahal pengembang sudah selalu mencoba mengikuti ketentuan yang ada. Namun kebijakan di level Ditjen Penyediaan Perumahan Kempupera selalu datang mendadak dan tidak ada masa transisi,” ujar Totok.

Ia mengaku sangat kecewa sebab hal itu akan merugikan pengembang. Bahkan apabila unit sudah terbangun, pihaknya akan kesulitan untuk menjual rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lantaran konsumen terancam tidak akan mendapatkan subsidi dari pemerintah apabila tidak memenuhi ketentuan dan spesifikasi yang ditetapkan.

Totok menjelaskan, jika kebijakan ini dipaksakan dan terus menjadi hambatan, tentu mengancam program pemerintah sendiri dalam hal ini sejuta rumah. Belum lagi anggaran yang masih sangat kecil untuk program rumah subsidi, membuat program pemerintah tidak berjalan.

Seperti diketahui, Kempupera mengalokasikan dana subsidi untuk membangun perumahan MBR sekitar Rp11 triliun untuk 102.000 unit. Anggaran tersebut, diperkirakan hanya cukup untuk membangun 97.700 unit, karena dana sebesar Rp2 triliun telah terpakai untuk menutupi kekurangan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ( FLPP ) tahun 2019.

Dalam hal ini Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah mengemukakan,  kebijakan lain yang juga dirasakan menghambat para pelaku di industri properti adalah adanya sistem atau aplikasi perumahan. Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang diluncurkan Kementerian PUPR pada Desember 2019 lalu dinilai mubazir dan ternyata justru menyusahkan pelaku usaha.

Menurutnya adanya sistem ini kerap eror sehingga KPR tidak segera cair. Bahkan parahnya lagi data-data konsumen kerap hilang dari sistem yang pada akhirnya membuat pengembang tidak bisa segera menyalurkan rumah bersubsidi tersebut. Akibatnya kerap terjadi persoalan hingga ancaman pidana antara pengembang dengan konsumen. Padahal hambatan penyaluran perumahan ini terjadi karena sistem tersebut sering bermasalah.

Dia juga mendesak agar Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan segera merespons kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyatakan siap menambah alokasi subsidi sebesar Rp1,5 triliun. Sebab dia melihat gelagat dari pemerintah teknis khususnya di lingkungan Kementerian PUPR tidak serius untuk mengesekusi dana tambahan subsidi tersebut. Pasalnya berbagai aturan-aturan baru bermunculan yang arah kebijakannya cenderung ingin menggagalkan alokasi subsidi tambahan tersebut.

Ketua Umum Apernas Jaya, Andre Bangsawan pun mengungkapkan, “Penanganan pengembangan perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus mempunyai hati kemanusiaan. “Pemerintah dan perbankan dalam hal ini Bank Tabungan Negara (BTN) harus punya hati kemanusiaan. kalau penanganannya secara arogansi hancurlah sudah. Kasian MBR,” kata Andre.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite IV DPD RI Sukriyanto mengungkapkan bahwa, pihaknya secara terus menerus telah menggelar rapat dengan DPR terkait penambahan anggaran untuk perumahan subsidi melalui skema FLPP. 

Dijelaskan Sukriyanto, kurangnya kepedulian pemerintah terhadap pengembangan perumahan subsidi bakal menjadi bumerang bagi pemerintahan saat ini.

“Segala masukan telah kami sampaikan kepada DPR termasuk meminta agar menindaklanjutinya dengan Kementerian PUPR. Kita harap segera adanya kreasi penambahan kuota. Bukan harus menambah APBN, tapi bagaimana kuota yang ada itu bisa menambah peluang bagi rumah yang lain,” tutupnya.

    ShareTweetPin
    Redaksi

    Redaksi

    Berita Terkait

    Transformasi layanan pertanahan tidak akan terwujud tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentinga 1
    Berita

    PERINTIS 10 Hari Diterapkan, Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat dalam Peralihan Hak atas Tanah?

    20 September 2026
    flat ren in India
    Berita

    Best Rental Property in India: House Rent Apps

    5 September 2026
    IMG 20260629 222709
    Berita

    Desain Kamar Mandi Estetik dan Tren Perawatan Tubuh dengan Lulur FW

    29 June 2026
    • Privacy Policy

    ©2025 Berita Properti

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Properti
    • Hunian
    • Infrastruktur
    • Arsitektur
    • Interior
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Kirim Tulisan
      • Tulisan Saya
      • Logout

    ©2025 Berita Properti