• Privacy Policy
Kirim Tulisan
Tulisan Saya
Logout
Berita Properti
Leaderboard Media Wanita
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
Berita Properti
  • Home
  • Properti
  • Hunian
  • Infrastruktur
  • Arsitektur
  • Interior
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Kirim Tulisan
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Berita Properti
No Result
View All Result
Home Berita

IACF 2019, Bahas Ekosistem Industri Kreatif dan Arsitektur Nusantara

Redaksi by Redaksi
16 October 2019
in Berita
0
qq3cb46fee fdc1 46ce 9e0b f7bbdc5d4246
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

qq3cb46fee fdc1 46ce 9e0b f7bbdc5d4246

Berita-Properti.com – Propan Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan Badan Kreatif (Bekraf) Kota Denpasar menyelenggarakan acara Indonesia Architecture Creative Forum (IACF) 2019. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang diselenggarakan oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

IACF 2019 merupakan IACF kedua yang diselenggarakan oleh Propan Raya. Tahun lalu, acara serupa berlangsung di DIY Yogyakarta. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diselenggarakan di hotel, pada tahun ini acara berlangsung di Rumah Sanur Creative Hub. Dipilihnya Rumah Sanur Creative Hub tak terlepas dari peran penting dari tempat ini yang menjadi salah satu pusat aktivitas kreatif masyarakat Kota Denpasar.

Baca Juga

TOSTEM Indonesia Buka Cabang di Tangerang Selatan

TOSTEM Indonesia Buka Cabang di Tangerang Selatan

28 October 2026
LG Kembali Gelar Monitor Roadshow 2026 di Jakarta

LG Kembali Gelar Monitor Roadshow 2026 di Jakarta

27 October 2026
JOTUN Hadirkan 2027 Global Colour Collection: “JOURNEYS” dan New Majestic True Beauty

JOTUN Hadirkan 2027 Global Colour Collection: “JOURNEYS” dan New Majestic True Beauty

25 October 2026
Adaf5b75 f91e 4dbd 9198 c1f9ff702d51

WARI Art/Interior 2026

24 October 2026

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf; Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.; Deputi Infrastruktur Bekraf, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H.; Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si.; Ketua IAI Provinsi Bali, I Kadek Pranajaya, ST., MT., IAI., AA; Presiden Direktur PT Propan Raya, Hendra Adidarma, CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma, para pejabat tinggi, arsitek, dan pebisnis.

Mengusung tema “Collaborative Innovation: The Role of Architecture in the Development of Creative Industry and Tourism in Indonesia”, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi banyak pihak, mengenai peran penting ekosistem inovasi industri kreatif dan arsitektur sebagai infrastruktur untuk membangun kota kreatif di Indonesia.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan sebuah kehormatan bagi Denpasar ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan IACF 2019. “Sebelum istilah ekonomi kreatif populer seperti sekarang ini, industri kreatif telah menjadi tulang punggung ekonomi Bali sejak lama. Walau pun begitu, bukan berarti kami berleha-leha. Melalui ajang ini, kami yakin akan dapat menambah amunisi untuk memajukan industri kreatif yang telah ada,” ucapnya.

Ketua panitia IACF 2019 Yuwono Imanto yang menjabat Direktur PT Propan Raya sekaligus Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network menjelaskan bahwa dipilihnya tema ini karena ingin mewujudkan industri kreatif menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. “Hal ini sesuai dengan yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, yakni mendorong ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf, menjelaskan bahwa kunci sukses bagi kemajuan industri kreatif di Indonesia adalah sumber daya dan potensi keunggulan lokal yang ada pada daerah masing-masing. “Sumber daya yang dimaksud bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas sumber daya manusia dan potensi budaya lokal daerah tersebut (local genius),” ucapnya.

Berbicara kreativitas dan budaya lokal, Indonesia mempunyai banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan untuk memajukan industri kreatif. Kekayaan budaya, adat istiadat, arsitektur, bahasa, maupun keindahan alam yang dimiliki Indonesia bisa dikatakan luar biasa. Apabila potensi ini dikembangkan secara maksimal melalui proses yang benar, akan menghasilkan sustainable creative economy bagi kabupaten/kota di Indonesia.

Yang perlu diperhatikan, peran Kepala Daerah menjadi sangat penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerahnya. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin daerah berjiwa entrepreneurial leadership (pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan) yang tinggi dan mampu melihat potensi industri kreatif serta menggerakkan warganya untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif di kota/kabupaten yang dipimpinnya.

“Pada tahap ini, kolaborasi pun sangat dibutuhkan di semua pihak. Biasanya, orang mengenal dengan istilah ABCG, yang merupakan kolaborasi antara Academician (universitas), Business (pihak swasta), Community (komunitas/masyarakat), dan Government (pemerintah),” ucap Yuwono. Demi memajukan kota/kabupaten kreatif di daerah, Bekraf bahkan menginisiasi program pengembangan kota kreatif yang tertulis dalam 16 sub sektor.

Keenambelas sub sektor tersebut adalah Aplikasi dan game developer;  Arsitektur ; Desain Interior;  Desain Komunikasi visual;  Desain Produk;  Fashion;  Film, Animasi dan Video;  Fotografi;  Kriya;   Kuliner;  Musik; Penerbitan, Periklanan;  Seni pertunjukan;   Seni rupa; serta Televisi dan radio.   

Yang menarik, dari 16 sub sektor ini adalah arsitektur, karena tak hanya menjadi sub sektor tetapi mampu mendukung infrastruktur fisik bagi subsektor industri kreatif lainnya melalui desain bangunan yang menarik. Desain arsitektur yang ikonik dan mengangkat budaya lokal juga dapat menjadi identitas kota/kabupaten, bahkan menjadikannya sebagai daya tarik utama pariwisata, terutama bagi daerah yang potensi sumber daya alamnya minim.

Tidak heran, jika pada acara ini juga pihak penyelenggara ingin mengobarkan semangat kepada para arsitek-arsitek di tanah air untuk mengibarkan Arsitektur Nusantara. “Peran arsitek dan karya arsitektur menjadi sangat vital untuk mendukung kemajuan industri kreatif dan pariwisata Indonesia. Arsitektur tak hanya menjadi identitas kota, tetapi mampu menjadi icon pariwisata,” ucap Ketut Arthana, arsitek profesional sekaligus narasumber.

“Pada acara IACF, kami hadirkan para narasumber terbaik tanah air yang mewakili unsur ABCG. Kami yakin, dengan adanya kolaborasi dan inovasi di antara kita semua, maka akan terjalin sebuah kekuatan hebat sebagai senjata dalam membangun kota kreatif dan pariwisata Indonesua,” ucap Yuwono Imanto.

Selain acara diskusi, pada event kali ini juga diluncurkan buku Collaborative Innovation, serta penandatanganan kerjasama (MOU) antara Pemkot Denpasar dan ICCN terkait ‘Road to ICCF 2020’ yang akan diselenggarakan di Denpasar. CEO PT Propan Raya Kris Rianto Adidarma, mengungkapkan bahwa dilaksanakannya acara ini sebagai bukti dan komitmen perusahaan yang mendukung kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan.

“Kami siap mendukung kegiatan yang memajukan perekonomian Indonesia, baik melalui rangkaian produk cat kami ataupun melalui kegiatannya. Dengan diselenggarakannya acara ini, kita berharap industri kreatif di kota-kota kreatif dan pariwisata Indonesia akan semakin maju, tanpa terkecuali. Begitu juga dengan Arsitektur Nusantara agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutup Kris Rianto Adidarma.

Narasumber yang mengisi Indonesia Architecture Creative Forum (IACF) 2019 terbilang sangat luar biasa. Mereka adalah para profesional yang ahli di bidangnya, seperti Dr. Hari Sungkari; Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia; Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., Walikota Denpasar; Ir. H. Mujiono, M.Si., Sekda Pemkab Banyuwangi; Ir. A Koswara, M.P., Kepala Dinas Bina Marga Pemprov Jawa Barat; Ir. Yuwono Imanto MM. MBA., Ketua panitia IACF 2018, Direktur PT Propan Raya sekaligus Dewan Pengarah Indonesia Creative Ciries Network (ICCN); Kris Rianto Adidarma, M. Sc., PT CEO Propan Raya; Fiki Satari, S.E., M.M., Ketua ICCN; Ketut Arthana, Arsitek professional dan Anas Hidayat (Arsitek, penulis buku, dosen, dan editor Buku Collaborative Innovation).

    ShareTweetPin
    Redaksi

    Redaksi

    Berita Terkait

    Transformasi layanan pertanahan tidak akan terwujud tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentinga 1
    Berita

    PERINTIS 10 Hari Diterapkan, Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat dalam Peralihan Hak atas Tanah?

    20 September 2026
    flat ren in India
    Berita

    Best Rental Property in India: House Rent Apps

    5 September 2026
    IMG 20260629 222709
    Berita

    Desain Kamar Mandi Estetik dan Tren Perawatan Tubuh dengan Lulur FW

    29 June 2026
    • Privacy Policy

    ©2025 Berita Properti

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Properti
    • Hunian
    • Infrastruktur
    • Arsitektur
    • Interior
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Kirim Tulisan
      • Tulisan Saya
      • Logout

    ©2025 Berita Properti